Dunia golf Indonesia memang belum sepenuhnya diperhatikan oleh pemerintah maupun masyarakatnya khususnya dalam pembinaan golf junior yang sampai saat ini dilirik sebelah mata. Hardi Hartoko selaku pembina Indonesian Junior Golf mengungkapkan kepada CEPAmagz.com saat turnamen rutin junior pertengahan Mei 2015,  bahwa permasalahan junior golf Indonesia tepatnya dalam pembinaan yang mengerucut ke pendukung pendanaan (sponsor).

“Siapa lagi yang memperhatikan golf junior kita? Kalau pemerintah tidak mungkin karena bukannya saya menjelek-jelekkan tapi karena pemerintah juga mengurusi permasalahan yang banyak seperti ekonomi, pembangunan dan lain-lain. Seharusnya perusahaan-perusahaan besar lah yang mau ikut bantu,” Ungkapnya.

“Kalau pemerintah mungkin bisa mendanai dan membantu ketika acara yang membawa nama negara, seperti Sea Games, Asean games dan itupun juga pendanaannya masih berat, apalagi kalau turnamen pembinaan seperti ini,” katanya.

Menurut Hardi, turnamen pembinaan junior golf Indonesia ini akan dinikmati beberapa tahun kemudian dan seharusnya perusahaan-perusahaan yang sudah berhasil di Indonesia mau turut membantu junior golf kita. Seperti contohnya sepak bola, badminton yang sudah ada sponsornya cuma golf saja yang belum ada khususnya dalam sponsor pembinaan.

“Atlet yang berprestasi itu bukan dicetak dari mesin tapi dari pelatihan yang berkesinambungan dan juga harus dimulai dari usia dini, maka dari itu saya berharap perusahaan-perusahaan besar ayolah.. saling bantu dalam pembinaan golf junior dan bantulah Indonesia berkembang dari sisi olahraga khususnya olahraga golf juniornya,” tuturnya mengakhiri perbincangan. (ds)