Saya bisa dibilang gak pernah bosan dengan Kepulauan Derawan, ada saja alasan untuk kembali mengunjunginya. Saya rasa Derawan telah cast a spell on me, magis! Magisnya pesona laut Derawan dan para habitannya yang unik dan langka membuat Derawan menjadi salah satu destinasi andalan di utara Kalimantan. Kali ini alasan saya kembali ke Derawan adalah untuk bertemu salah satu penghuni lautnya yang diklaim sebagai ikan terbesar di dunia, Whale shark.

Yup, sekarang tidak usah jauh-jauh ke teluk Cenderawasih di Nabire Papua atau Cebu di Filipina untuk ketemu langsung dengan si bongsor ini. Whale shark yang menyukai perairan dalam dan hangat bisa kita temui di Kepulauan Derawan.

Whale shark adalah ikan terbesar di dunia sedangkan Paus adalah mamalia terbesar di dunia, jangan sampe salah kaprah yah. Whale shark dewasa terbesar yang pernah diketemukan mencapai hingga 15 meter. Mereka masih satu keluarga dengan ikan hiu namun kita tidak perlu takut karena Whale shark termasuk jenis hiu bergigi tumpul, tidak buas dan tidak menyerang terhadap manusia. Selain karakternya yang friendly, whale shark juga unik dengan ciri khas kulit bermotif tutul-tutul. Oleh karena ukuran badannya yang gak kalah bongsor dengan Paus, mereka pun diberi julukan “Hiu Paus”. Walaupun ramah terhadap manusia, tapi kita tetap perlu menghargainya, boleh dilihat, boleh berenang bareng, boleh foto bareng tapi jangan disentuh apalagi dipeluk-peluk atau ditunggangi yah.

Tiba di Derawan, saya mendapat informasi dari guide lokal kalau bulan Juni ke atas, whale shark berpindah ‘tempat’ mengikuti bagan nelayan di Talisayan, Berau, Kaltim. Dan akan kembali ke Derawan sekitar awal Januari sampai pertengahan tahun.

Talisayan bisa ditempuh dari pelabuhan Tanjung Batu, Berau, sekitar 20 menit dengan menggunakan speedboat atau via Derawan seperti yang saya dan teman saya lakukan di pertengahan Juli 2015 kemarin.

Untuk menyambangi si bongsor ini di bagan Talisayan, kami harus berangkat dari Derawan pukul 4 pagi dengan menggunakan speedboat.

Kenapa sih harus ke bagan nelayan pagi-pagi buta?

Pertama, karena perjalanan dari Derawan ke Talisayan memakan waktu sekitar 2 jam. Kedua, kita harus tiba disana saat nelayan memberi jatah sarapan pagi untuk whale shark berupa ikan kecil sisa hasil tangkapan, yaitu sejak subuh hingga pukul 7 pagi. Saat itulah whale shark akan berkumpul di bagan menunggu jatah sarapan mereka. Jadi tak heran kan bagan jadi spot favorit mereka di pagi hari. Dan makin pagi kita datang ke bagan makin banyak juga hiu paus yang bisa ditemui.

Selain kami, ada dua rombongan keluarga yang ikut meramaikan speedboat. Setelah dua jam merasakan hantaman antara speedboat dengan ombak serta muka yang (hampir) beku karena diterpa dinginnya angin laut, akhirnya kami berhasil bertemu si bongsor! Tidak hanya satu tapi ada sekitar 5 hingga 6 ekor whale shark remaja. Cukup ramai kehidupan di bawah bagan pagi itu, whale shark silih berganti berenang ke permukaan sambil membuka mulutnya yang pipih dan lebar untuk menjaring ikan-ikan kecil lemparan dari nelayan. Excited! Saya pun langsung loncat ke air, brrrr dingiiiinn :’D

Dinginnya air menjelma hangat seiring mata dan otak saya memproses momen langka ini. Akhirnya rasa penasaran terjawab juga, di depan mata saya kawanan ikan terbesar di dunia sedang asyik berenang hilir mudik dengan santainya. I come, i see and finally i believe that it’s the biggest fish i ever saw in my life. Whale shark memang benar-benar ‘nyata’ dan BONG SOR! sepanjang rumah tipe 36!

Perasaan hati-hati tak bisa ditepis karena ini adalah hewan laut terbesar yang pernah saya temui. Rasa was-was akhirnya pergi jauh setelah melihat betapa ramah dan lembutnya mereka, rasa percaya pun datang dan saya bisa santai berkenalan dengan mereka. Saat feeding time, sering kali kita melihat sesama hewan saling berebut makanan dengan ganas tapi berbeda dengan whale shark, mereka begitu tenang dan anggun, tidak saling berebut jatah. Masing-masing bisa dibilang saling acuh tak acuh, hehe mungkin karena lagi fokus dengan makan paginya yang berlimpah.

Rombongan lain juga ikut nyebur sambil membawa action cam masing2 untuk mengabadikan momen yang luar biasa ini. Ada yang berusaha wefie bareng, ada yang masih ragu dan jaga jarak sambil memperhatikan gerak gerik si hiu paus, ada yang ‘terhipnotis’ sampai berusaha menyelam dan berenang mengikuti mereka namun kalah cepat (baca: Saya) dan ada juga yang kelewat excited sampai lupa handphone nya masih di kantong celana saat nyebur, bye bye phone…yah begitulah nasib si teman saya, hehe.

Tak terasa matahari semakin tinggi dan jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi dan satu per satu whale shark pun mulai berpamitan. Mereka sudah kenyang dan sekarang giliran kami yang mulai kelaparan :’D, kami pun pamit naik ke kapal.

Dalam perjalanan pulang, suasana di kapal terasa berbeda, semua heboh. Rasa lapar pun hilang, kami terlalu sibuk untuk lapar! Kami semua saling tukar cerita dan saling unjuk foto dan hasil video bersama si bongsor. Masih gak percaya akhirnya bisa bertemu langsung dengan si bongsor nan magis ini. Dream does come true, it happened to me that morning J.

Tips ketemu whale shark:

  • Hari baik ketemu whale shark hanya 10-14 hari dalam sebulan, yaitu saat bulan gelap dimana sinar bulan paling sedikit bersinar. Di masa itulah nelayan akan panen ikan melimpah ruah sehingga bagan ramai dikunjungi whale shark. Dari Januari sampai Mei, whale shark biasanya akan ramai di bagan nelayan sekitar kepulauan Derawan, lalu dari Juni hingga akhir tahun mereka akan kembali ke Talisayan, Berau.
  • Jaga stamina, tidur yang cukup karena harus bangun pagi sekali pukul 3 / 4 subuh dan perjalanan cukup lama sekitar 2 jam *Kalau harus ke Talisayan
  • Bawa air minum dan makanan ringan seperti roti untuk bekal sarapan
  • Bawa baju renang, baju ganti, jaket, dry bag untuk barang2 eletronik yang tidak tahan air.
  • Bawa snorkeling gear, fin atau life vest. Kalau tidak punya, kamu juga bisa sewa di Derawan.
  • Dan jangan lupa bawa underwater camera atau action camera! dan ekstra batere, dan ekstra memory card, dan busa apung untuk kamera (biar gak tenggelam kalo kamera lepas dari tangan). Jangan sampai dibilang HOAX sama teman-teman kamu karena kamera jatuh ke dasar laut trus gak ada foto berenang bareng si whaley.
  • They’re absolutely BIG but don’t get scared or panic, just relax and have fuuunnn and be gentle with them J

Pesona Derawan tidak berhenti pada whale shark saja. Kepulauan Derawan terdiri dari beberapa pulau yang memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri selain keindahan pantainya tentu saja.

Sebut saja Pulau Kakaban yang memiliki danau air payau yang menjadi habitat dari 4 jenis stingless jellyfish. Ini dia satu lagi penghuni laut Derawan yang unik dan langka. Unik karena mereka tidak menyengat (lagi) karena sudah mengalami evolusi ribuan tahun. Kelestarian ubur-ubur di danau kakaban masih sangat terjaga sehingga kita juga harus terus menjaganya yah, yaitu dengan tidak memakai fin yang bisa melukai si ubur-ubur dan hindari pemakaian sun block saat berenang karena dapat merusak kualitas air. di pulau Kakaban juga ada sebuah laguna yang terlalu sayang untuk kamu lewatkan karena indahnya gak ketulungan, setelah lelah berenang sama ubur-ubur kami berleyeh-leyeh sambil minum kelapa muda di sini.. Heaven on earth banget deh rasanya J

Bagi yang suka snorkeling, ada spot yang keren di sekitar pulau Kakaban karena spotnya berada di tebing dalam laut dan berbagai ikan warna warni serta koral indah berkumpul di tebing dalam laut ini. A very nice spot indeed!

Setelah asik berenang bareng ubur-ubur, island hopping kami lanjutkan menuju ke spot manta ray di sekitar Pulau Sangalaki. Disini kami snorkeling untuk melihat ikan pari manta yang termasuk hewan yang hampir punah dan dilindungi. Dia juga tidak menyengat seperti ubur-ubur kakaban, lagi-lagi penghuni laut yang magical and unique J

Setelah seharian snorkeling, gak ada salahnya mampir ke pulau Maratua. Kami bersantai sejenak di maratua paradise resort, yang mau berenang juga bisa karena kamu pasti tergoda melihat birunya air di pulau maratua ini. Bagaikan air di kolam renang tapi di sini isinya ikan-ikan lucu. Tidak jauh dari Maratua Paradise Resort ada sebuah goa yang bernama goa Haji Mangku. Apa yang menjadikan goa ini istimewa? Jadi, sebenarnya goa ini adalah sebuah danau air payau yang akses masuknya harus melewati mulut goa makanya disebut goa Haji Mangku. Akses masuknya memang sudah berupa air. Warna danau ini tidak bisa diutarakan dengan kata-kata sangking indahnya, perpaduan warna biru tua bercampur bias matahari yang melahirkan warna biru muda yang menyembul malu-malu. Warnanya seperti mencelupkan kuas cat warna biru tua ke dalam air dan seketika biru tua terurai menjadi biru muda yang menyejukkan mata. Dan ternyata gak cuma menyejukkan mata, tetapi menyejukkan badan sekali. Begitu terjun ke danaunya… aiiiihhh dingin juga bro’ padahal matahari lagi menyengat banget.

Habis kena yang dingin-dingin, saatnya menikmati hangatnya sore di Pulau Gusung. Dalam perjalanan kembali ke pulau Derawan, kami singgah di Pulau Gusung, si pulau pasir yang muncul ke permukaan saat air laut sedang surut. Ini dia lokasi foto paling instagramable se-derawan, kalo menurut saya sih gitu. Bayangkan saja, pulau pasir putih sepanjang hampir satu kilometer dengan background air laut jernih dan langit biru yang disorot matahari sore di garis ekuator, dijamin gak perlu editan filter lagi foto kamu pasti ciamik!

Begitu kembali ke penginapan saya langsung bergegas ke dermaga kapal, Alhamdullilah lagi-lagi Derawan never fails me, sunset di dermaga ini cukup epic sodara-sodara! Magical sunset menutup hari ini, paripurna sudah hari saya di Derawan.. I couldn’t ask more than this..

Kalau kamu masih kurang percaya sama cerita saya dari tadi coba deh dateng kemari biar Derawan sendiri yang akan membuktikannya ke kamu.. because seeing is believing J

 

 

LEAVE A REPLY