Sejarah Singkat Kopi Mandheling

0
431

Dibawa oleh Belanda pada tahun 1699 ke Bumi Pertiwi, Jenis kopi arabica ini pertama kali ditanam di daerah Mandailing Natal ( Kabupaten Pakantan ). Termasuk kopi arabica pertama yang dibudidayakan di tanah Sumatra, tumbuh baik di pegunungan bukit barisan yang mempunyai ketinggian 1200 m diatas permukaan laut. Kopi ini sudah mendunia sejak tahun 1878, pertama kali di ekspor melalui pelabuhan yang terdapat di daerah pesisir mandheling natal, maka untuk mengabadikan sejarah tersebut kopi arabica yang terdapat di daerah sumatra (Pesisir dataran tinggi danau toba dan dataran tinggi Gayo) disebut dengan Kopi Mandheling.

Kata Mandheling sendiri adalah penyebutan orang-orang asing terhadap kata Mandailing, yang merupakan salah satu nama suku di Sumatera Utara. Bila sedikit dipanjangkan, Mandailing Natal (Madina). Mandhelinga merupakan nama kabupaten di Sumatera Utara, yang jauhnya kira-kira 12 jam dari kota Medan.

Saat ini Kopi Mandheling Arabika hanya ditemukan di dataran Mandailing. Tidak ada satu daerah pun di Indonesia dan di dunia yang menanam kopi ini. Kopi Mandheling Arabika memiliki cita rasa dan aroma yang kuat. Kekentalan bagus, keasaman medium, rasa floral dengan rasa akhir manis. Kopi mandheling mempunyai aroma lebih harum seperti aroma buah atau bunga. Sedangkan cita rasanya kopi mandheling terasa full body dan sedikit flavor chocolate.(mada)

LEAVE A REPLY