Sejak dahulu, kopi dipercaya menjadi obat psikoaktif karena kandungan kafein yang dimilikinya dapat memberikan rangsangan kepada sistem saraf pusat, sehingga orang yang mengonsumsinya dapat terjaga semalaman. Namun ternyata, selain dapat menyebabkan orang yang mengonsumsinya terjaga semalaman, mengonsumsi kopi juga dapat mengurangi efek stres, terlebih saat bekerja.

Seperti dilansir oleh Softpedia, kafein yang terkandung dalam biji kopi dapat mempengaruhi kinerja otak dalam tingkat mokuler. Dalam jurnal National Academy of Science yang diterbitkan baru-baru ini dijelaskan bahwa mengonsumsi kopi dapat merangsang sistem saraf pusat melalui reseptor adenosin A2A untuk kemudian memberikan efek menenangkan atau relaksasi.

Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa para peneliti terlebih dahulu melakukan serangkaian uji coba kepada tikus untuk membuktikan apakah benar kafein pada kopi memberikan efek lebih tenang. Dilaporkan, tikus-tikus yang disuntik dengan kafein menunjukkan perilaku yang lebih tenang, bahkan saat mereka berada dalam kondisi genting, seperti persediaan makanan dan minuman yang terbatas atau ruang gerak mereka yang sempit.

“Kafein tidak secara langsung mengubah kinerja sistem saraf pusat menjadi lebih baik. Namun, kafein yang dikonsumsi melalui kopi, dapat membuat sistem saraf bekerja pada tempatnya, sehingga dapat mengurangi stres yang dirasakan,” jelas Rodrigo Cunha dari Coimbra University, Portugal yang juga anggota tim dalam penelitian ini.

Meski penelitian ini menggunakan tikus sebagai subjeknya, para peneliti meyakinkan bahwa hasil yang sama bakal terjadi juga pada manusia. Bahkan, para peneliti berencana akan melakukan penelitian lanjutan, yakni memanfaatkan kafein pada kopi untuk membantu mencegah depresi bahkan mengatasi kepikunan.

(khs)